Bappeda Pacitan Dorong Air Minum dan Lingkungan Sehat

Rencana Aksi Daerah – Air Minum dan Penyehatan Lingkungan ( RAD-AMPL) di Kabupaten Pacitan dilaksanakan pada hari ini, (30/11/21) di ruang rapat Bappeda Pacitan.

Sambutan pembuka dan pengarahan dari Kepala Bappeda Kabupaten Pacitan Pamuji berhasil mencairkan suasana lokakarya kali ini.

“Saya berharap, kita semakin solid menyuarakan bahwa memang air ini sesuatu yang sangat mendasar. Ini penting, karena kita semua paham kalau kebutuhan akan air itu tidak bisa kita tunda. Kalau jalan itu sebenarnya penting tapi masih bisa ditunda ,saya mendukung kalau kita ada suatu langkah-langkah, ada suatu upaya-upaya untuk memperbaiki kuantitas maupun kualitas air yang ada di Kabupaten Pacitan , imbuhnya”

Sulistiani selaku Perwakilan Pokja AMPL menjelaskan, “Secara garis besar terkait Kondisi Eksisting Capaian Air Minum dan Sanitasi 5 tahun terakhir, Potensi dan Kapasitas Sumber Air Baku, Isu Strategis Air Minum dan Sanitasi, Target Capaian, Arah Kebijakan, hingga Strategi Pencapaian Target Air Minum dan Sanitasi. Ia juga menambahkan, “Berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah( RPJMD ) 2021-2026 bidang air minum dan sanitasi yaitu rumah tangga memiliki akses air minum layak 100% dan rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dan aman 90%”.

Cicik Roudlotul Jannah, Kabid Ekonomi Sumber Daya Alam dan Infrastruktur (ESDAI) Bappeda Pacitan menambahkan bahwa target SDGs akses air minum dan sanitasi 100%, hal ini sangat berat untuk bisa direalisasikan.

“Target SDGs 100%, sementara kita masih ada gap karena setiap tahun untuk air bersih itu kenaikannya hanya berkisar 2% dan sanitasi sekitar 1,5%. Ini yang perlu kita diskusikan bagaimana upaya dan strategi untuk pencapaian target tersebut, karena kita juga melihat sampai saat ini kemampuan APBD sangat terbatas,”imbuhnya.

Sementara itu, Nur dari KP SPAM menyampaikan, “Pentingnya konservasi di hulu. Pembinaan kepada BP SPAM perlu terus dilakukan dan dimonitoring demi keberlanjutan penanganan air minum,” pungkasnya.

Untuk sektor sanitasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan juga menyampaikan “Pentingnya pembinaan pola hidup bersih dan sehat, pentingnya pengolahan limbah guna mencegah pencemaran air dari bakteri yang berbahaya untuk Kesehatan”.

Dari Fasilitator Program Pamsimas sangat berharap bahwa setelah berakhirnya program Pamsimas III ini, pembangunan yang sudah dilakukan tetap terpelihara, penanganan dan pengelolaan tetap diberi bimbingan dan motivasi dari Dinas terkait secara berkelanjutan agar fasilitas yang ada tetap dapat digunakan masyarakat dalam layanan air bersih dan sanitasi secara optimal. (Bappeda Pacitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 9 =